PERANGKAP TIKUS

Aku akan membagikan sebuah kisah yang ku baca dengan kalian kawan, dan ini sangat menarik jika kita melihat sekitar kita maka kisah ini benar – benar terjadi dalam kehidupan di sekeliling kita, tak jauh jauh kok. Ini kisah berjudul Perangkap Tikus mungkin sebagian dari kalian pernah mendengarnya? sebuah kisah yang ku kutip dari buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3 karya Ajahn Brahm.

Suatu ketika ada seekor tikus yang hidup di rumah petani. Ia adalah seekor tikus kecil yang bahagia, sebab ia mendapat cukup makanan. Sungguh bagus punya tikus di rumah , karena itu artinya tidak memerlukan penyedot debu. Biar si tikus saja yang memunguti remah – remah kecil dan mungil…, itu kalau kita bisa melatih tikus untuk mengambil remah di tempat yang benar, hahahahaha.

Masalahnya petani pemilik rumah tak pernah menyukai tikus itu. suatu hari , ketika tikus mengintip melalui retakan di tembok,ia melihat petani itu tengah membuka sebuah bungkusan. Saat ia melihat benda dalam bungkusan itu, ia ketakutan. Petani itu ternyata membeli sebuah perangkap tikus!

Begitu gegernya tikus itu sampai – sampai ia langsung menemui sahabatnya,si ayam, dan berseru”pak tani beli perangkap tikus ! ini mengerikan! Ini bencana!”

Namun si ayam malah berkata”bukan masalahku. Tak ada hubungannya denganku. Itu urusanmu,tikus ! pergi sana!”

Tikus itu tidak mendapat simpati dari ayam, jadi ia pergi menemui sahabatnya yang lain, tuan babi.”tuan babi , tuan babi!  Pak tani beli perangkap tikus!. Ini berita mengerikan ,aku tidak tahu apa aku bisa tidur nyenyak malam ini! Aku dalam bahaya!”

Tuan babi berkata “gak ada urusannya denganku. Urusanmu! Perangkap tikus gak bisa menangkap babi. Kamu lagi sial saja, sana pergi!”

Tikus itu begitu kecewa dengan tuan babi , maka ia menemui sahabatnya yang lain, nyonya sapi.

“nyonya sapi! Tolonglah aku! Pak tani sudah beli perangkap tikus ! aku begitu paranoid sekarang! Kamu tahu kan tikus biasanya lari kesana kemari dan tak tahu lari menginjak apa. Aku bisa menginjak perangkap itu dan aku akan terbunuh!”

Nyonya sapi berkata”wah , wah….itu pasti karma dari kehidupan lampaumu….tapi sayangnya tidak ada hubungannya denganku”

Tikus itu tidak mendapat simpati dari satupun sahabatnya. Dengan muram, ia pulang ke liangnya. Malam itu seekor ular menyusup ke rumah petani itu dan ekornya terkena perangkap tikus itu.

Ketika istri petani datang untuk memeriksa apakah perangkap itu sudah menangkap tikus, ular itu mematuk istri petani itu. akibatnya istri petani itu menderita sakit berat. Karena beratnya sakit sang istri, petani itu berpikir,”apa yang bagus untuk orang sakit?…ahh sup ayam!”

Maka petani itu mengambil ayam, memotong kepalanya ,membuluinya dan merebusnya menjadi sup untuk istrinya. Si ayam kehilangan nyawanya.

Istri petani tak kunjung sembuh. Sanak saudara berdatangan untuk memastikan apakah istri petani itu baik – baik saja. Karena banyaknya tamu berkunjung, petani tidak tahu harus menyediakan makanan dari mana buat mereka. Jadi ia menangkap babi, menjagalnya, lalu menyajikan sosis dan ham untuk tamu – tamunya. Si babipun kehilangan nyawanya.

Sekalipun telah melakukan segala upaya, istri petani malang itu meninggal jua. Karena ia meninggal – anda tahu betapa mahal upacara pemakaman, maka petani harus memotong sapi dan menjual dagingnya untuk membayar biaya upacara. Jadi pada akhirnya, si ayam, si babi kehilangan nyawanyam dan si sapi dijagal…, semua ini karena perangkap tikus.

Jadi , itu bukan masalah si tikus ,tapi masalah semuanya.

Kita sering berpikir “ini tidak akan mempengaruhiku, tak ada urusannya denganku. Ini masalah orang lain”. Tapi kisah ini memberitahu kita:”bukan, ini bisa jadi malasalhku juga”

Itulah sebabnya mengapa kita harus saling tolong menolong satu sama lain, walau kita tidak tahu bagaimana hal itu berakibat pada kita. Jika ada masalah dalam hidup anda, mohon jangan pernah berpikir bahwa ini masalah anda,atau masalah dia. Alih –alih ,pikiran itu sebagai masalah kita, sebab kita berada di dalamnya bersama – sama, dan bagian yang indah dalam proses ini adalah berbagi dengan orang lain.

Kita akan menyelesaikan ini bersama – sama. Jika upaya kita berhasil dan mencapai akhir yang baik ,luar biasa. Tapi meskipun tidak berhasil, hal yang paling penting adalah: kita bekerja bersama – sama. Pokok masalahnya bukanlah dalam menyelesaikan semua masalah kita, namun ada pada kenyataan bahwa kita tidak bekerjasama. Di situlah masalahnya.

Jika kita belajar untuk saling bekerja sama, kita akan memiliki kehidupan spiritual yang menakjubkan ini, dan kita tidak akan merasa kesepian. Lalu ,kita pun makin dekat dengan realiatas bahwa kita semua berada dalam perahu ini bersama – sama.

Hahahahahahaha bagaimana ceritanya baguskan? ^^

Hahahaha ya ku berharap kalian membacanya dari awal sampai akhir, semangat kalian tidak hilang ketika melihat banyaknya tulisan ini. ^^

Menjadi bahan refleksi yang tepat kurasa, dengan melihat realitas saat ini. Terimakasih untuk temanku Nina yang telah meminjamkan buku ini, HIHIHIHI >0< ku berharap lewat tulisan ini ku juga mampu berbagi sedikit dengan kalian semua kawan.^^ GB

Salam culun blogger!

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: