Burung dalam sangkar

Saya hanya berpikir jika burung bisa berbicara, dan manusia bisa memahami apa yang mereka katakan seperti apa ya…mungkin seperti ini ya

Manusia : burung kutilang yang indah, aku menyukai suaramu, kicauanmu begitu nyaman ku dengar. Tetanggakupun menyukaimu, mereka sudah menawarmu Rp 200.000 dan tak ku berikan karena aku menyukaimu, kamu sudah ku belikan sangkar yang indah, makanan yang bergizi, dan tidak lupa aku memandikanmu tiap minggu. Aku benar – benar menyukaimu.

Burung : kenapa aku berada dalam sangkar ini kau mengurungku, bukankah aku mempunyai 2 sayap yang seharusnya untuk aku terbang tinggi, terbang kemanapun aku suka, bukan malah aku berada dalam sangkar ini. Ya aku tahu kau membelikanku sangkar yang bergitu indah, tapi aku tidak menyukai ini. Aku ingin terbang tinggi bersama dengan teman – temanku, dan disanalah, di langit yang biru aku temukan jati diriku.

Manusia : kau tahu aku lakukan ini karena aku menyukaimu, aku tidak ingin kau pergi.

Burung : kau harus memahami aku adalah seekor burung, tidak seharusnya aku berada dalam sangkar, aku memahamimu bahwa kau menyukaiku. Tapi ingatlah, kau menyukaiku tapi janganlah dengan mengurungku. Biarlah aku terbang tinggi, mengepakkan kedua sayapku. Alasan kau menyukaiku, ok itu alasan yang indah untuk ku dengar, namun janganlah kau gunakan untuk membenarkan tindakanmu ini.

Manusia : o…seperti itu, baiklah ini memang berat untuk ku lakukan. Terbanglah , itukan kemauanmu? Aku takkan mengurungmu, pintu sangkar ini akan ku buka, kau boleh pergi. Memang tempatmu seharusnya di luar sana, bukan disini. ^^

Ini kadang terjadi dalam kehidupan kita juga lho…,alasan Cinta.. ya sebuah alasan klasik yang sering kali kita dengar, di jadikan sebuah buntel indah kacang goreng, atau bak mie. Kacang gorenge padahal rasane pahit goro – goro seng goreng lali ngentas, gek nonton FTV hedeh….><. Cinta di jadikan alasan pembenaran dalam setiap tindakan, padahal jelas – jelas  tidak mencerminkan Cinta Kasih sedikitpun. Ah…janjuk, Kata Cinta memang indah untuk bungkus og, membungkus keegoisan .

 

Salam culun blogger dan perjuangan.

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: