ShenEkos “Darah di bunga kedamaian 2”

Kami berjalan agak ke tengah, jalannya kecil hanya cukup untuk satu orang, Shen berada di belakang mengikutiku. Ini ku rasa tempat yang bagus untuk mengambil foto, disebelah kanan kiri kami bunga kedamaian tepat mekar sempurna..perfect! Kami serasa kecil berada ditengah – tengah lautan bunga kedamaian ini. Bunga kedamaian mempunyai banyak warna, didekat kami ini berwarna merah,kuning. Di sebelah sana, didekat gubuk berwarna ungu, merah muda. Bunganya sepertI bunga mawar Indonesia, berlapis – lapis terdiri dari beberapa daun bunga, hanya saja yang membedakannya adalah bentuk tulang daun yang panjang menyirip,dan tak kau temukan duri di batangnya.

 

Dari baunya, bunga ini memiliki bau yang khas harum, wajar jika bunga ini disebut bunga kedamaian. Aku merasakan tubuhku begitu rileks, pikiranku tenang, hati ini..serasa tentram.

Kami mengambil beberapa foto sebagai kenang- kenangan perjalanan , ya tentunya moment yang tepat,  karena setelah sampai di tempat tujuan kami nanti, kami tak mempunyai waktu untuk melakukan hal ini.

Aku rentangkan kedua tanganku , menghirup udara sore hari yang sejuk. Melemaskan semua otot – ototku karena lelahnya perjalanan yang kami tempuh. Ku lihat ke atas, langit mulai berubah warna orange kelabu , matahari tak terlihat lagi tenggelam di belakang bukit – bukit.

“Sudah Ekos, bisa kita lanjutan perjalanan, masih sekitar 5 jaman untuk kita sampai ketempat tujuan. ”

“O…baiklah Shen”

Hari mulai sore, kami harus lekas berangkat melanjutkan perjalanan. Kereta kuda dipacu semakin cepat, meninggalkan indahnya bunga kedamain menuju teka teki permasalahan.

“bagaimana Ekos ,kau puas?”

“iya Shen, pemandangan yang bagus, ini juga akan menjadi bahan tulisanku”

“beberapa hari mendatang aku yakin aku temukan tulisan terbaru di ekoindriasto.wordpress.com berjudul “bunga kedamaian”hahahahahaha, aku senang membaca beberapa tulisanmu, seperti um….X-presikan Cinta Kasihmu, tulisan yang bagus untuk mengajak orang mengekpresikan cinta kasihnya dalam tindakan nyata,bukan hanya sekedar lewat kata – kata, atau apalagi memendam  itu tak berguna” terang Shen, tak mengira aku Shen ternyata membaca beberapa tulisanku di blog.

“iya, entah kenapa aku ingin menuliskan itu, aku menuliskan setelah ku bertemu dengan sahabatku Reima, dia mengajakku ke bukit pagi hari dan disana kami banyak mengobrol, memang kami jarang bertemu sebelumnya salah satunya kami membahas tentang itu. kau terlihat lelah Shen istirahatlah ”

“oh…iya Reima? Reima?,hmm.. kalau tidak salah dulu dia satu Universitas denganmukan?”

“Iya…dia satu Universitas denganku, dia mengambil jurusan Seni Pertunjukan, sudah lama kami bersahabat,dia salah satu orang yang ku percaya , untuk berbagi denganku”

“o…begitu,tampaknya dia sangat berharga bagimu sobat,baiklah aku istirahat dulu ,begitupun juga denganmu ,istirahatlah kantung matamu semakin membesar”

Hanya lampu kecil berbahan bakar minyak menjadi penerangan kami didalam Kereta kuda. Shen menutup muka dengan topi koboi, bersandar di kursi tak lagi bersuara. Kelihatannya dia kelelahan. Aku mencoba tidur ,tapi tak bisa. Ku ambil kamera kecil ditas, melihat beberapa foto yang sempat kuambil tadi.

“Hahahaha” ku tertawa melihat kekonyolan gaya kami. Shen yang ku kenal orangnya serius ternyata bisa bergaya konyol juga.

“tutup mulutmu Ekos, kau menggangguku”

“oya…hihihi maaf Shen”

Hanya terdengar suara kaki kuda yang terus berlari, serangga – serangga malam krik..krik…krik…kruik…krui…kruik… Ku buka surat yang di berikan Shen kepadaku tadi pagi, yang belum sempat aku membacanya. Surat itu berwarna putih ,ditulis dengan tinta hitam memakai huruf latin, isi surat itu

Kepada Shen, Sahabatku

Ku sampaikan salam hormatku kepadamu, aku tahu tak seharusnya aku mengundangmu di saat seperti ini. Disaat kesedihan datang melanda keluarga kami. Shen ,aku mendengar sekarang kau sudah tumbuh menjadi Detektif yang hebat,aku senang mendengarnya. kau menolong banyak kepolisian dalam memecahkan berbagai macam kasus. Saat ini aku mengalami permasalahan, ini sangat sulit bagiku.

 Permasalahan dimulai saat aku mengoperasi seorang pasien bernama Sisca Groemholt dia adalah putri kedua dari Gregory Groemholt pengusaha emas Steanly Gold, dia mengalami sakit jantung. Dari segi aturan aku sudah menataati semuanya, aku dan team sudah melakukan usaha sebaik mungkin untuk menolong pasien ini. Selesai operasi kami masukan pasien ini ke ICU untuk mendapatkan perawatan dan penjagaan ekstra. Kami selalu memantau keadaannya, hari demi hari keadaan pasien ini mulai membaik. Tak ditemukan infeksi setelah operasi. Malam hari kamis,30 oktober  Kami memutuskan untuk memindahkan dia ke ruang VVIP , dengan masih mendapatkan bantuan oksigen untuk pernafasannya.

Inilah yang membuatkan terkejut menciptakan kesedihan dalam hatiku, Sisca ditemukan tewas keesokan harinya. Seingatku pasien ini ditunggu oleh beberapa sanak saudaranya. Dari pihak keluarga menuntut rumah sakit atas kejadian ini, mereka mengira kami telah melakukan kesalahan besar dalam pengoperasian ya seperti mall praktek,ini akan berdampak bagi karier kedokteranku  dan keluargaku.

Ini sangat aneh, kami pihak rumah sakit tidak mau menerima begitu saja, kami ajukan test chek Organ tapi pihak keluarga tidak mengijinkan.  Aku meminta bantuanmu Shen dalam memecahkan kasus ini, aku ingin terbuka dengan jelas apa penyebab tewasnya pasien ini.

Begitu Shen.. penjelasan lebih lanjut , akan ku berikan setelah kau sampai di Standfort.

                                                                                                Dari sahabatmu

                                                                                                John Micalton

Ku lipat kembali surat itu, kuletakan di meja. Malam ini akan menjadi malam yang rumit. Pikiranku melayang kemana – mana, ku hanya duduk termenung dalam posisi yang sama. Ku lihat Shen,  dia sudah terlelap dalam tidurnya.

Shen selalu saja mengajakku dalam situasi seperti ini, dipenuhi dengan permasalahan, teka – teki, menguras pemikiran , mental dan nyali. Kami bertemu dengan orang – orang baru, tak tahu apakah mereka orang baik ataukah orang jahat yang akan menodongkan pistol, menarik pelatuk menembak kepala kami.

Berhadapan dengan orang – orang yang tak segan membunuh, menghilangkan nyawa manusia adalah resiko pekerjaan kami. Aku pernah membaca sebuah aturan perang  , bunuhlah musuhmu sebelum kau dibunuh itu dibenarkan..,dan ini adalah arena “pertempuran” kami.

Aku kagum pada  Shen , aku ingat ketika kami berada di London dalam misi menyelesaikan khasus pembunuhan Vernando Lucy seorang pelukis terkenal Britania, Shen waktu itu bisa saja membunuh Shimoto Saujiro seorang Asasin berkebangsaan jepang, tapi dia tidak lakukan.

“Membunuh ,mengambil nyawa manusia tidak dibenarkan.. itu bukan kewajibanku, aku disini hanya berusaha menegakkan kebenaran, aku bertempur bukan untuk membunuh , aku yakin Tuhan mengerti isi hatiku,memberkatiku dalam setiap pertempuranku” jawaban Shen saat itu benar – benar meneguhkanku, menghilangkan kekawatiran dalam  menghadapi setiap “pertempuran” kami.

Tapi anehnya aku menikmati itu semua, menikmati setiap tantangan bersamanya, ya walaupun dalam benakku kadang aku berharap untuk kami menghabiskan waktu menghibur diri, main es skeating, memancing, camping mengungsikan sejenak pikiran ini dari rutinitas sehari hari yang hanya di penuhi oleh barang – barang bukti, spekulasi,saksi –saksi.

Ah…Kapan ya Shen kita bisa menikmati itu semua, aku ingin setelah kasus ini selesai kita pergi ke Bali, aku dengar budaya dan pemandangan disana sangat bagus. Baiklah badan…aku harus memaksamu untuk istirahat kali ini.

Bagaimanakah kelanjutan perjalanan kami, apa yang kami akan temukan disini, dan apa yang sebenarnya  menjadi misi kami…

ikuti terus kelanjutannya di ShenEkos ^^ Darah di bunga Kedamaian 3

 

ekoindriasto @novel cupuku.come ><

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: