Semarak Pawai OMB 2012 UKSW Salatiga

 

Salatiga – lebih dari 1000 mahasiswa baru UKSW Salatiga tergabung dalam team drum blek, menyemarakan Pawai Orientasi Mahasiswa Baru.Pawai, merupakan bagian dari OMB 2012 dengan tema Kebersamaan yang Kreative. Di butuhkan waktu kurang lebih 3 minggu untuk persiapan Pawai,   persiapan dari kostum, musik drum blek,dan flag dance.

Lebih dari 100 kostum dibuat oleh para mahasiswa dengan kreatif, mereka memanfaatkan barang – barang bekas dalam pembuatannya. Untuk mempercantik flag dan kostum para mahasiswa menambahkan dengan memasang LED, sehingga saat sore hari LED ini akan menyala memancarkan cahaya warna – warni.

“untuk tema kostum pawai sendiri kita mengangkat keunikan 6 kepulauan terbesar Indonesia , yaitu Sumatera, Jawa, Sulawesi,Kalimantan,Bali dan Papua , pada musik drum blek kita mempersiapkan empat lagu : mars drum blek, iwak peyek,mars Satya Wacana dan manuk dadali” terang Putri salah satu fasilitator yang saya temui disela- sela persiapan keberangkatan.

Pawai yang diadakan hari sabtu, 22/09/2012 ini mampu banyak menarik perhatian masyarakan kota salatiga. Ini terlihat dari banyaknya masyarakat kota salatiga  berjejer di sepanjang rute pawai, mulai dari depan kampus, jendral sudirman, sukowati,pancasila,dan berakhir di kampus. Keramaian ini juga membawa berkah bagi pedagang tongkat mayoret- mayoretan.

“ini pawai sangat bagus, dan ramai sehingga membantu menambah pendapatan saya” kata pak Sukirman sebagai pedagang tongkat Mayoret-mayoretan.

 

 

Selain diramaikan drum blek, kostum, dan flag dance dari mahasiswa , pawai ini juga bertambah semarak dengan adanya Reog, Barong sai Liong SMP Stella Matutina , tari Prajuritan, atraksi api,paskibra SMA LAB. Pawai yang diselenggarakan tiap tahun , di mulai sejak 2009 ini selalu unik , menampilkan sesuatu hal yang berbeda dari tahun – tahun sebelumnya.

Dalam pandangan saya pawai ini juga sebagai salam sapa matur kulon nuwun dari mahasiswa –mahasiswa baru terhadap masyarakat kota Salatiga. Dimana hari – hari berikutnya nanti , mereka akan hidup berinteraksi sosial dengan masyarakat sekitar, seperti halnya sebuah ungkapan klasik..tak kenal maka tak sayang. Sudah sewajarnya untuk kita mengetok pintu, memperkenalkan diri.

 

 

23/09/2012/eko indriasto/ekoindriasto.wordpress.com

 

 

 

 

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: