Silahkan Engkau Ambil dari padaku^^

Saya  prioritaskan suka cita dan damai sejahtera di hati saya. Saya bersyukur bahwa hati saya masih peka dan masih ga betah dengan ketidakdamaian entah yang di sebabkan kekecewaan, sakit hati karena orang lain. Beberapa jam saja rasanya ingin segera lepas, tersenyum kembali,menari dan bernyanyi. Tak ada gunanya memendam kekecewaan,rasa sakit hati berlama – lama. Saya tak mau kehilangan suka cita dan kedamaian hati saya. Itu sangat berharga bagi saya.

Kadang saya sempat bertanya – tanya jika melihat orang begitu lama memendam kekecewaan, sakit hati  dalam hati mereka. “kenapa mereka begitu betah?”. Apakah tak ada keinginan untuk mendapatkan senyum mereka kembali, mendapatkan kebebasan.?

Tanpa sadar kagang kala sayapun lebih suka melihat keluar, akan sebab dan kemudian menyalahkan. Saat inilah saya merasakah tidak damai, saya berpikir ada yang tak beres dengan hati saya,kedamaian mulai menjauh dari saya. Saat bertemu saja saya tidak merasakan kedamaian, rasanya ingin segera pergi menjauh dari orang ini, males ingin bertemu. Tapi apakah dengan menjauh mampu menyelesaikan masalah,mengembalikan suka cita dan kedamaian hati saya? Saya rasa tidak.

Saya mencoba belajar bagaimana jujur dengan keadaan hati saya. Saya jujur bahwa ada masalah dengan hati saya, saya berusaha tidak menutup nutupi itu. Tidak berusaha dengan berbagai macam pemikiran untuk menguatkan saya, seakan akan itu bukan masalah ,tak perlu dipikirkan. Saya tidak mau sombong lagi, dengan tidak mengakui keadaan hati saya yang sebenarnya.

Saya sadar dengan kekuatan sendiri ini sangat susah dan menguras tenaga, untuk mengeluarkan rasa kekecewaan dan sakit hati dalam diri saya. Saya ingat ketika saya membaca sebuah buku, bagaimana emas di murnikan. Harus dengan pemanasan untuk memisahkan emas murni dengan material – material lainnya. Begitu juga dengan diri saya…ketika rasa kekecewaan ,sakit hati itu ada di hati saya menghilangkan suka cita ,kedamaian. Saya mengakuinya , saya letakkan segala kekecewaan ,sakit hati itu di kedua tangan saya, lalu saya naikkan ke atas, memisahkan dari hati saya, kemudian dengan kerendahan hati membiarkan Tuhan mengambilnya dari tangan saya.

Begitu sedikit ceritaku kawan, semoga berguna ^^

Salam culun blogger dan perjuangan.

Dari kawanmu Eko indriasto.

 

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: