Pendakian Puncak Greenwolf (by eko indriasto)

Dingin berkabut, aku tak bisa melihat dengan jelas jalan yang kulalui. Kulit jari tanganku mulai mengkerut, bibirku bergetar, dan badanku menggigil kedinginan. Ku lihat jam tanganku, kubersihkan dari salju ,pukul 11 malam. Huft…ku menghela nafas, masih lama untuk mendapatkan sinar matahari, menghangatkan tubuh ini.

Aku berada dipegunungan Greenwolf,moskow ,di negara Rusia. Aku tidak sendiri , Mark menemani perjalananku saat ini, untuk meyelesaikan misi, pencapaian puncak pegunungan Greenwolf, misi ini merupakan salah satu misi sosial dari negaraku Indonesia. Aku tergabung dalam kelompok Pendakian 7 puncak tertinggi, ya..kali ini aku mendapat bagian melaksanakan pendakian ke Gunung angin bersalju,Greenwolf.

Gunung Greenwolf berada di ketinggian 10500m, lebih tinggi dari Gunung Everest dengan ketinggian 8850m.  Pendakian ini akan memakan banyak waktu, aku menikmatinya, tak lupa ku dokumentasikan dengan Camdig sony kecilku.

“kau baik –baik saja eko?” mark kawatir akan keadaanku, ya ini karena pertama kalinya aku mendaki gunung bersalju,dengan suhu udara yang sangat dingin.

“iya, aku dalam kodisi baik, tapi bisakah kita istirahat sebentar?” perjalanan ini sangat sulit, aku harus memakai jaket super tebal, angin yang kencang disertai salju mengharuskan aku memakai snow goggle protect, terlihat besar memenuhi mukaku. Kedua tanganku memegang tongkat, duduk istirahat.

“perjalanan kita masih sekitar 2 jam lagi untuk sampai ke post 2, kita masih harus melewati tebing ini, kemudian melakukan perjalanan melewati hutan Brave” mark membaca peta, menjelaskan tentang perjalanan rute yang akan kami lalui.

“istirahatlah dulu, ini pengalamanmu yang pertama ,kita tidak usah terburu – buru. Kondisi tubuhmu masih harus beradaptasi dengan iklim ,keadaan disini, ini sangat berbeda dengan di Indonesia” terang mark. Mark mengambil sebuah termos dari dalam ranselnya.

“ini minumlah, akan menghangatkan badanmu”

“trimakasih,” ku rasakan badan mulai hangat, energi serasa terisi kembali. Masih 2 jam perjalanan  yang harus kami tempuh untuk sampai ke pos 2. ku berdiri ,menanggkat ransel dan siap melakukan perjalanan.

Angin, hujan salju menutup jalan yang kami lalui. Kami harus esktra hati – hati. ku langkahkan kaki pelan – pelan, kami tidak bisa berjalan dengan cepat. Ketinggian salju sudah mencapai lutut kami, langkah kami harus semakin tinggi.

“kraskkssksksksksksksksksksk!!! Ekooooooooooo!!! Helpppppppppp me!!! ”

Terdengar suara keras dari depanku, ada sesuatu dengan Mark. Aku tak bisa melihat dengan jelas, senterku tak mampu menjangkau lebih jauh lagi, gawat. Ku percepat langkahku,mendekati sumber suara itu.

“mark?!!!!, kau dimana?!!!” teriakku keras.

“koooooooo!!! Help meeeeeeeeeeeee!!!”

Ku semakin mendekati suara itu , tapi  aku tak melihat Mark, dimana Dia?!

“Mark , kau dimanaaaaa!!!”

“aku didalam sini,aku terperosok, hati – hatilah!!”

Kulihat sebuah lubang , ya ini lubang baru, disampingnya kulihat salah satu tongkat Mark, aku yakin dia ada didalam sini.

“Mark kau disitu!!!”

“iya, aku terperosok , hati – hatilah”

Kuarahkan senter ke dalam lubang tersebut, kulihat mark tertelungkup, tak bisa dia bergerak sedikitpun.

“Mark , kau baik baik sajaaaaaaaaaaa?!!!”

“aku tidak tahu, tubuhku tidak bisa bergerakk!”

Aku harus segera menolongnya, ku duduk ,ku keluarkan semua isi tas.

 

Sampai disini dulu, bagaimana kisah perjalanan pendakian kami selanjutnya?^^ tetap di ekoindriasto.wordpress.com

 

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: