Cinta itu membebaskan , bukan membelenggu.

10 November 2012,Pagi yang  mendung , matahari sedikit saja terlihat,membuat langit pagi ini terasa suram. Tapi itu semua tidak menahanku untuk bangun pagiiii^^, mandi, sarapan dan ..melangkahkan kakiku ,menuju kesebuah bangunan yang tinggi di dekat cafe rindang, apa?…hahahaha,perpustakaan.

Saya benar – benar menikmati, setiap pagi bangun lebih awal pergi ke perpus, membaca berbagai macam buku. Tinggal kita pilih , ambil dan baca. Dihadapan saya saat ini ada sebuah majalah , ni majalah salah satu favorit saya…Bahana, selain National Geographic tentunya hahahahaha ^^.

Hum…8.14, siap siap mengheningkan Cipta terlebih dahulu,^^ memperingati hari pahlawan. Selesai…8.16^^

Saya tertarik dengan pebahasan pada halaman 33, edisi Oktober 2012. Cinta, Cinta itu membebaskan, maka jangan pernah kita memakainya menjadi belenggu.

“Kita tidak dapat mencintai seseorang dengan sungguh ketika kita membutuhkan dirinya. Ketika kita membutuhkan dirinya, kita akan berusaha dengan segala cara untuk memilikinya. Berusaha memiliki dirinya membuat kita memaksakan kehendak kita bagi dirinya. Kita baru benar – benar mencintai seseorang jika membebaskan diri kita dari keinginan untuk mendapatkannya. Kita baru sungguh –sungguh mencintai seseorang hanya ketika kita sudah berhasil mengosongkan diri kita dari dirinya, dan mengubah keinginan untuk mendapatkan dengan keinginan untuk memberi, keinginan untuk memiliki menjadi keinginan untuk menumbuhkan. Saat itulah cinta sejati tumbuh di antara keduanya bukan untuk saling menuntut, melainkan untuk saling membebaskan. Pribadi yang saling mencintai akan berusaha untuk saling membebaskan ke arah yang baik.” Kata Imanuel Kristo.

Saya berpikir,Inilah realitanya yang kebanyakan terjadi, karena gelora cinta yang menggebu –gebu seseorang lupa bagaimana mengendalikan Perasaan mereka. Mereka menjadi terlalu berambisi untuk memiliki dan mendapatkan orang tersebut. Mereka berjuang tidak lagi berdasarkan akan ketulusan hati yang menggerakan mereka ,tapi  ego. Lebih ke-pemaksaan untuk memiliki seseorang yang kita kasihi, ya…ini bukanlah Cinta, lebih tepat mengarah ke egoisan diri.

Karena ini ,tak sedikit juga  banyak orang yang sakit hati karena Cinta hahahahaha ^^. Mereka melakukan berbagai macam hal ,usaha, perjuangan hanya dengan niat untuk mendapatkan hati, untuk memiliki. Pikiran mereka hanya dipenuhi berbagai macam step, untuk mendapatkan seseorang yang mereka cintai, hal ini bertolak belakang dengan apa yang dikatakan Imanuel Kristo, “Kita baru mencintai seseorang ketika kita mampu mengosongkan diri darinya”

Saya sependapat dengan apa yang di katakan  Imanuel Kristo di atas, Cinta adalah membebaskan , bukan membelenggu. Kita baru mencintai seseorang ketika kita mampu mengosongkan diri darinya.  Dan mengubah keinginan untuk mendapatkan menjadi keinginan untuk memberi, keinginan untuk memiliki menjadi keinginan untuk menumbuhkan.

Ok  ok pagi pagi da mbicarain Cinta, aseek , lho semangat kitakan memang selalu baru! Hihihiihi

Gitu dulu guys,

Salam culun blogger.

Dari kawanmu eko indriasto.

 

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: