Bersyukurlah (hatimu akan damai dan semangatmu kembali..^^)

elday

Tidak selang beberapa lama setelah saya mengatakan”bersyukur dikala senang, keinginan tercapai, tawa, bahagia itu mudah, hal yang biasa.., banyak orang bisa lakukan” saya tulis dalam status FB saya. Saya  berpikir bahwa hal yang biasa dan banyak orang bisa lakukan ketika diri mereka bahagia kemudian berkata “thanks God”, tapi apakah ketika hal yang sebaliknya terjadi pada mereka , mereka akan tetap mampu mengatakan hal tersebut?, tak bisa di pungkiri kita lebih mudah mengatakan thanks God , terimakasih Tuhan saat kondisi kita benar- benar sesuai dengan apa yang kita harapkan, dapat pekerjaan bagus, berhasil mengerjakan tes, mendapatkan promosi dari perusahaan, naik pangkat, mendapatkan nilai bagus., lalu bagaimana jika kondisi sebaliknya?

Timbul tantangan yang besar bagi kita ketika sesuatu hal terjadi tak sesuai dengan harapan kita. Hal yang menciptakan kekecewaan , kesedihan di hati kita ,tapi kita masih mampu mengucapkan syukur, terimakasih kepada Tuhan.

Iya ini saya alami, ketika saya mendapatkan nilai C dari matakuliah Elka daya yang saya ambil, saya sudah mengulangnya sebanyak 2 kali, saya masih ingat awal saya mengambilnya mendapatkan nilai D, kemudian saya mengulang dosen yang berbeda dan …hehehehe mendapatkan nilai D lagi, mengulang yang ketiga kali saya berharap kondisinya membaik , ya minimal Blah…pada tts awal saya mendapatkan nilai 16% dari 25%, lumayan…tinggal TR dan TAS. Saya sudah berusaha belajar dari berbagai macam soal yang saya kumpulkan, sayangnya apa yang saya pelajari tidak keluar dalam TAS huhahaahhaha, padahal bobot TAS sangatlah besar yaitu 35%. Saya berharap nilai Praktikum, TR dan makalah tetap masih mampu menambah nilai saya, ya seperti harapan minimal B.

Disinilah harapan dan kenyataan berbeda, nilai C yang saya dapatkan, sedih kecewa itu pasti ada dalam hati saya. Teringat tentang tulisan di FB yang siangnya aku post, benar- benar menjadi teguran bagi saya. Tak berapa lama perkataan itu serasa meminta pertanggung jawaban dari saya, tentang bagaimana saya harus tetap bersyukur dalam kondisi apapun. Saya berpikir Tuhan mempunyai otoritas dalam diri manusia, tak pandang jabatan, termasuk dosen Saya. Aku percaya, apa yang terjadi dalam hidupku Tuhan selalu ikut campur didalamnya. Memang benar bersyukur membuat hati ini terasa damai , suka cita tidak jauh dari padamu. Bukankah kesusahan sehari cukuplah untuk sehari saja? , aku tidak mau mengorbankan kebahagiaanku esok hari, dengan penyesalan tentang apa yang sudah terjadi.

Lihatlah di sekeliling kita, maka tak ada alasan untuk kita tak mengucapkan syukur.

Dari kawanmu : eko indriasto.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: