Richie Rich

Ri¢hie Ri¢h (1994)

Richie Rich, mungkin dari kalian sudah tidak asing dengan ni film, film anak anak yang sering kali diputar pada saat  masa masa liburan, seperti saat ini, Natal. Saya masih ingat, lebih dari satu kali saya menonton, Cuma memang ga sampai selesai, ga mengikuti dari awal sampai akhir. Baru tadi saya bersama adek saya menonton bareng sampai selesai hihihi.

Film yang mengisahkan tentang kehidupan putra dari pengusaha kaya raya, bisa dikatakan terkaya sedunia. Rumah yang besar seperti istana kerajaan, taman yang luas, ruang makan yang panjang sampai kau harus telfon kalau ingin bicara dari pojok ke pojok, loler coaster pribadi, helikopter pribadi, pesawat pribadi, semua dimiliki, sempurna. Kau tinggal minta dan semua tersedia. Hingga suatu saat dia (putra pengusaha) yang bernama Rich, diminta mewakili ayahnya untuk hadir dalam penerimaan penghargaan. Di tempat itu dia melihat sekumpulan anak yang bermain base ball, berlari, canda tawa, kekonyolan2 , dia merasa ada yang kurang dalam hidupnya, ada sesuatu yang terlewatkan, tak bisa terbeli dengan uang kekayaan yang dia miliki.

Seperti layaknya anak seorang pengusaha yang kaya raya ,jas , berdasi, sepatu, rambut mlipis rapi menjadi penampilannya setiap hari, tak lupa didampingi, hum..ya seperti body guard dan penasehat, skretaris soalnya banyak tugasnya hihihi. Sesampai di  rumah Rich tampak muram, ya karena dia menyadari, dia kehilangan moment moment masa kecilnya, ditumpuki jadwal yang padat, less, belajar, pertemuan pertemuan bersama ayah dan ibunya dengan rekan kerja. Tak ada waktu baginya utnuk bermain menikmati masa kecilnya, dia merasa berbeda dengan anak anak yang lain.

Hingga pendampingnya body guardnya, sekretarisnya, penasehatnnya yang ada dalam satu orang itu hahahaha, menyadarinya akan perubahan yang menyebabkan kesedihan dalam hati Rich , lalu dia mengundang beberapa teman rich bermain ke rumah. Melihat “hadiah” itu Rich sangat senang, mereka menghabiskan waktu bersama, bermain bersama.

Hal yang sangat menarik bagi saya ketika menonton ni film adalah waktu ending, dimana tokoh antagonis, saya lupa namanya meminta Ibu dan ayah Rich membukan pintu lemari besi yang dia kira berisi uang miliaran dollar. Dan ternyata hahahahaha….berisi barang barang “rongsokan”, barang barang kenangan mereka berdua, ada sepeda roda tiga kecil, piala piala, sesuatu yang tidak berharga jika digantikan dengan uang. Berharga tidak hanya dinilai dengan uang, tapi nilai, kenangan yang terkandung dalam barang tersebut bagi mereka berdua.

Ya film yang simple , namun tanpa kita sadari hal ini terjadi dalam lingkungan kita sehari hari. Tanpa kita sadari ada dari mereka kehilangan masa masa mereka, kehilangan masa kecil , masa muda mereka karena berbagai macam faktor. Mereka kehilangan kekonyolan, tawa, kebodohan kebodohan, kenakalan kenakalan yang wajar terjadi karena mereka anak kecil. Betapa berharganya masa masa kita saat ini, ketika masih kecil nikmatilah itu, kita akan beranjak remaja, kemudian menjadi pemuda dan dewasa, semua akan berlalu. Waktu tak bisa diputar, akan terus berjalan.

 

 

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: