Tak sekali kali membiarkanmu dan meninggalkanmu

 

Alunan piano yiruma, river flow in you mengawali pagi ini, membawa diri ini lebih dalam kesunyian. Hanya ada aku dan suara piano, kadang sesekali terdengar suara motor, mobil lewat dari arah depan rumahku, belum rame sekarang masih jam 5.10 menit. Langit tampak berwarna orange ,biru seperti lukisan cat air. Sinar mentari pagi perlahan memasuki kamarku, menembus kaca jendela yang sebelumnya sudah ku buka gordennya.

Apa yang akan terjadi pada hari ini, yang katanya kehidupan ini tidak pasti, buruk atau jelek siapa yang tahu. Kalimat yang ku ingat dari si gundul ajahn brahm dalam bukunya si cacing dan kotoran kesayangannya. Kehidupan tidak pasti, buruk atau jelek siapa yang tahu?, bener juga. Aku tak bisa memastikan apa yang terjadi itu baik atau buruk ,  namun jika aku mulai melihat kebelakang, semua yang terjadi itu baik apa adanya. Sekalipun, dulu aku berpikir ini buruk tapi setelah aku mulai menjauh, digeret sang waktu aku mulai melihat bahwa itu memang harus terjadi dan baik adanya, sudah diatur oleh sang Pencipta.

Dan aku percaya, apa yang ku hadapi barusan, nanti yang belum terjadi dan pasti akan terjadi itu semua baik adanya. Tak perlu ku kuatir, ingat kata kata sahabatku ketika kami duduk mengobrol sambil menikmati sarapan pagi di salatiga. “enak ya menjadi anak anak, mereka merasa tak kuatir ,mereka begitu menikmati permainan mereka, bercanda ,tertawa bersama teman teman mereka, karena apa dek? Karena mereka percaya kepada orang tua mereka, orang tua mereka melindungi mereka, orang tua mereka memenuhi kebutuhan mereka tak pernah meninggalkan mereka”

Begitupun masih ku ingat kata kata Sidney, ketika saya ikut dalam Youth City Celebtration di GBI Hasanudin salatiga, saat itu dia bercerita, tentang liburannya, dia bermain di kolam renang bersama putranya. Kolam renang itu cukup dalam untuk ukran anak kecil. Sidney tidak memperbolehkan putranya masuk ke kolam renang tersebut, tapi justru anak itu berlari melompat, cebur!!!

Sidney dengan cepat, mengangkatnya meletakkannya di pinggir kolam, sekali lagi dia memperingatkan putranya tuk “jangan bermain disini, ini sangat dalam”. But, putranya berlari dan melompat kembali, ini mengharuskan Sidney segera menyelamatkan, menolong putranya.

Kenapa si anak ini berani melompat?!, menceburkan diri ke kolam yang dalam?!, karena dia percaya, dia percaya ayahnya akan menolongnya. Dia tak ragu, dia percaya sepenuhnya kepada ayahnya, bahwa ayahnya takkan membiarkan dia, takkan meninggalkan dia.

Begitupun bagaimana saya menghadapi kehidupan ini, tak perlu ada yang kita takutkan , kuatirkan, percayalah kita berada di tangan maha pelindung, maha adil, maha tahu, maha mengerti setiap persoalan yang kita hadapi.

Langkahkan kakimu kemanapun kau mau, kemanapun kau pergi, apapun yang kau hadapi, Dia selalu bersamamu, tak sekali kali membiarkanmu dan tak sekali kali meninggalkanmu.

 

Dari kawanmu : eko indriasto, kala hari mulai pagi, ku masih duduk dikamar, mengetik, merenungkan apa yang telah terjadi, menata apa yang berceceran dan sulit ku pahami, sampai “aku tahu,,,thanks God”

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: