Succes is never about being the best, it is about becoming your self-best

“ini bukan sebuah kompetisi untuk menunjukan siapa yang terbaik”

 

Masihkah kau memandang bahwa kehidupan ini adalah sebuah kompetisi..? Apakah kau merasakan kebahagiaan dengan kehidupan yang seperti itu, kita berlari untuk menjadi yang tercepat, kita belajar sampai pagi untuk menjadi yang terpandai dari orang – orang yang lain?. Apakah kita begitu menikmati kehidupan dengan cara pandang kehidupan ini adalah sebuah kompetisi, kompetisi untuk mendapatkan nilai yang terbaik, untuk mendapatkan jabatan yang teratas, gaji yang terbanyak..? dan semua itu bermuara pada satu hal ini – > kebahagiaan (kebahagiaan menjadi tujuan).

Seperti halnya saat kita mengendarai motor, sebut saja Brewok mengendarai dengan kencang, 100 km perjam, salip kiri kanan, sampai kota tujuan 1 jam. Lain halnya dengan Tumijem, mengendarai dengan kecepatan 60 km perjam, dia begitu menikmati perjalanan, melihat pemandangan, para petani yang sibuk menyiangi sawah, orang memancing, anak – anak kecil bermain bola..Tumijem sampai kota tujuan 1.30 jam. Siapakah diantara mereka yang mempunyai banyak cerita? Yang begitu antusias akan bercerita kepadamu tentang perjalanan mereka?

Beberapa hari ini saya membaca sebuah buku yang benar – benar membuka saya akan kehidupan ini. Saya menyukai kalimat ini, succes is never about being the best, it is about becoming your self-best. Sukses bukan tentang saya menjadi yang terbaik dari pada yang lain, tetapi saya menjadi diri sendiri yang terbaik. Ketika saya belajar toefl, beberapa kali test nilai saya tetap buruk, ya walaupun memang mengalami peningkatan, tapi jika dibandingkan dengan teman – teman yang lain, saya masih berada di bawah.

Dalam keadaan seperti ini saya tidak pernah berpikir untuk menjadi yang terbaik, atau sakit hati karena nilai saya yang paling buruk, tapi bukan berarti pula saya tidak berusaha, lepas. Saya tetap berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Saya tidak membandingkan diri saya dengan teman – teman saya, saya mengakui dengan terbuka bahwa diri saya masih banyak kekurangan. Saya membandingkan kemampuan diri saya dengan kemampuan saya di hari sebelumnya, ini menjadikan saya lebih baik , bebas, dan tetap bahagia, tak ada rasa iri ataupun benci.

Terlalu melelahkan jika orang berpandangan bahwa kehidupan ini adalah sebuah kompetisi, kehidupan ini bukan sebuah race balapan, kau pacu paling cepat, dan kau akan menjadi pemenang. OH! apakah kau benar – benar hidup, apakah kau benar – benar menikmati kehidupan ini? , kita tidak tahu kapan kita akan “dihentikan” saat sang Pencipta berkata kepada kita “cukup, tugasmu sudah selesai, kembalilah…”

 

Not to be the best, but becoming your self best.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: