Cita – Citaku

cita-cita

Cita – cita, dulu waktu kecil ketika saya ditanya tentang cita – cita saya ingin jadi apa, dengan semangat saya menjawab menjadi dokter atau presiden, saya yakin kalian pasti juga seperti itu. Cita – cita berhubungan dengan pekerjaan, bergaji gede yang akan menjamin tingkat kemapanan kehidupan.

Seiring berjalannya waktu keinginan untuk menjadi dokter mulai berubah terlupakan, bahkan mungkin dulu saya asal ceplos, iyalah namanya anak kecil. Kepikiran cita – cita akan jadi apa saja belum ,jauhlah dari pikiran anak yang masih sibuk dengan mobil – mobilan, gledekan, umbul, dakon, gobak sodor, jlumpetan, maling- malingan dan berbagai macam keasikan anak kecil,menjadi dokter itu hanya copi pas dari jawaban orang tua saya😀 .

Saat SMApun jika ditanya cita – cita ,sayapun masih bingung akan jawab apa, saya tidak tahu. Saya tidak tahu akan menjadi apa, diri ini akan saya bawa kemana. Hingga pasa masa perkuliahan inilah saya menyadari ,padangan akan cita – cita itu berubah, cita – cita tak sebatas job/pekerjaan. Cita – cita lebih saya artikan sebagai keinginan dari hati terdalam saya, dinyatakan dengan tulus,ini adalah sebuah kerinduan saya. Cita  – cita tak sebatas tentang gaji, pekerjaan, tapi lebih lagi menyangkut kehidupan sekitar dengan orang lain, kontribusi terhadap negara dan alam semesta.

Jika anda menanyakan tentang cita cita saya, saya tak lagi menjawab menjadi dokter, saya akan jawab cita – cita saya adalah melihat anak anak di hutan kalimantan mendapatkan pendidikan, begitupun didaerah daerah yang lain yang sampai saat ini belum mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak ,masih terjadi kesenjangan didunia pendidikan. Cita – cita saya melihat masyarakat mempunyai tubuh yang sehat dan penuh semangat mereka bisa mengerjakan tugas – tugas mereka dengan baik. Cita – cita saya negara ini benar benar menghargai saling menghormati antar umat beragama, melindungi kaum minoritas. Cita – cita saya bangga akan budaya bangsa, inilah Indonesiaku ,saya.. kita semua bangga akan budaya Indonesia. Cita – cita saya menghargai para pejuang, para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kesatuan NKRI,Cita – cita saya mengembalikan senyum Ibu pertiwi.

Tentuya cita – cita saya tidak bisa saya raih sendiri, cita – cita saya ada didalam setiap cita – cita anak bangsa ini. Kita semua berjuang bersama – sama dalam satu cita – cita, dalam satu jiwa. Saya berharap pada masa perkuliahan ini saya akan lebih memahami diri saya sendiri, dimana letak antusiasme saya, dari buku yang saya baca antusiasme itu merupakan berkat dari Tuhan, pemberian dari Tuhan, bisa di bilang sebuah panggilan. Disitulah saya berharap saya bisa memberikan kehidupan saya untuk berkarya dalam merangkai cita – cita saya.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: