Baca Novel, ingin buat Novel… :D

Membaca Novel

Novel, jika hanya melihatnya saja sebagian orang mungkin males untuk membacanya, tebel, enak buat bantal, ya walaupun memang ada yang tipis sich, Cuma memang kebanyakan tebal  – tebal ,1- 3 cm. Tapi ni kalau sudah mulai baca dari lembar pertama, maka percaya dech, kau akan menjadi orang yang sangat malas sepanjang hari itu, duduk di kursi , makan cemilan, tiduran, guling kiri guling kanan, mata ini hanya tertuju pada novel, membaca lembar demi lembar, tanpa sadar eh! Da hampir selesai.😀

Bagi saya novel  bukan hanya sebuah karya fiksi yang tak sesuai dengan kehidupan ini. Banyak juga cerita – cerita novel yang di inspirasi dari kehidupan nyata seseorang. Sering kali para penulis menyampaikan pandangan mereka dan itu  mereka bisa sampaikan  lewat situasi, konflik, menariknya lagi mereka bisa langsung katakan lewat tokoh- tokoh buatan mereka. Mereka seperti menjadi orang lain, menggunakan pribadi lain untuk mengatakan itu sebagai perwakilan mulut mereka. Novel bisa juga sebagai media berbagi ilmu pengetahuan,  kita bisa ungkapkan apa yang kita tahu melalui novel.

Saya  menonton film terbaik hasil ciptaan saya sendiri saat saya membaca novel. Iya, saya ciptakan sence demi sence sesuai dengan imajinasi saya, dan itu menjadi film terbaik bagi saya. Bisa masuk kedalam , ikut merasakan, berbicara dengan tokoh – tokoh lain menjadi bagian dalam sebuah cerita,menarik bukan?.

Air matanya tak tertahankan, kelopak mata tak mampu membendung air matanya mengalir jatuh kepipinya. “tak bisakah kau menungguku sebentar saja, aku harus pergi, ini adalah tanggung jawabku sebagai dokter untuk membantu mereka, lihatkah mereka membutuhkan bantuanku, dan saat ini pintu hatiku terketuk , aku ingin mendedekasikan sebagian hidupku untuk membantu mereka, senyum mereka adalah kebahagiaan bagiku, dan senyumku adalah kebahagiaan bagimu” Tukinem menunduk, air matanya terus mengalir dihadapan Tejo kekasihnya.

“aku akan menunggumu, aku akan setia menunggumu, kau adalah wanita yang sangat pantas untuk ku perjuangkan, bantulah mereka, mereka sangat mengharapkan keberadaan dan kontribusimu disana, ya…ini adalah panggilan hatimu, ikutilah itu, aku akan selalu mendukungmu, ingatlah jaga juga kesehatanmu, jangan sampai kau telalu lelah” Tejo tersenyum, digunakan tanganya menghapus air mata Tukinem, menyeka.

“terimakasih, jaga dirimu.. ” dipeluknya Tejo erat, menyampaikan rasa berat hatinya meninggalkan Tejo.

“gethek jurusan Mesir siap berangkat!”

“pergilah….”

“siap Bos!”

WOOOOOAKAKAKKAKAKAKAKKAKAKA \(*0*)/ ke mesir naik gethek…??!!!!!

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: