Lebaran

fitri

Hari pertama lebaran, kami sekeluarga pergi ke rumah nenek yang ada di Boyolali, bisa dibilang sedikit mudik. Saya katakan sedikit mudik karena jarak antara rumah tempat tinggal kami dan rumah nenek tak begitu jauh, beda dengan kalian yang semisal ada di Jakarta pulang ke Salatiga, atau dari Papua ke Aceh, atau..pokoknya yang jauh – jauh hihihi😀. Tak banyak barang yang saya bawa, tas hanya berisi charger HP, Buku bacaan, mantel hujan, camera, khusus untuk camera ni ga boleh ketinggalan menjadi perhatian pertama saya😀.

Kami berangkat dari rumah pukul 8.00 , saya bareng Fidela adik perempuan saya, sedangkan Bapak berangkat bareng ibu. Kami kesana mengendarai sepeda motor. Jalanan masih sepi, karena keberangkatan kami bertepatan dengan sholat Ied, jadi dari rumah sampai ke tempat nenek kami tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Memang keluarga saya bukan Muslim tapi Lebaran bagi kami dan keluarga besar sudah menjadi tradisi, kami juga melaksanakan tradisi jawa seperti Nyekar, berkunjung ke makam, bersih – bersih makam ,berdoa untuk mereka yang telah mendahului kami. Keluarga besar saya bisa dibilang Bhineka, terdiri dari berbagai macam kepercayaan, muslim, Kristen dan Katholik, kami saling menghormati perbedaan kepercayaan ini.

Kami berkumpul bersama di rumah nenek, saling tanya kabar, melepas kerinduan, dan banyak hal yang menjadi pembahasan kami. Lebaran kali ini memang tidak lengkap, satu dua  keluarga tidak bisa berkumpul, ada yang masih di Jakarta dan di Bali. Memang susah mengharapkan semuanya berkumpul pasti ada saja, satu atau dua keluarga yang tidak bisa hadir.

Banyak hal menjadi topik hangat pembahasan kami ,kala kami bertemu kembali setelah selama satu tahun tidak bertemu. Pacar, pekerjaan, perkuliahan, rencana kedepan seperti pernikahan adalah pembahasan yang sering kami bicarakan, entah di meja makan, ruang tamu, atau ruang keluarga.

“pacarmu siapa Ndri?” tanya budhe.

Oya mungkin bagi kalian bertanya, siapa “Ndri” ? . Okay, Indri adalah nama panggilan saya di keluarga saya, saya tidak dipanggil dengan Eko tapi Indri. Biasanya panggilan ini juga digunakan oleh orang – orang yang mengenal saya sejak kecil, ya nama kecil sayalah😀.

“belum ada budhe..” jawabku dengan santai.

“masa, belum ada…” balas budhe tidak percaya.

“ah , yang itu tu…yang dekat kost…yang kadang – kadang dibawa ke kost” lanjut pakdhe.

“yang mana pakdhe…?…?…?!” jawabku bingung, *sumpah kalau ini bingung banget.

“ah! Pakdhe asal ngomong aja kog…” terang pakdhe.

“o….o…” *o*

Hidangan makanan seperti opor dan ketupat menjadi menu makanan siang kami.  Kami makan bersama di ruang keluarga sambil menonton TV, masih ingat dimemori saya kami mononton film Finding Nemo, film tentang seorang Ayah ikan Nemo bersama sahabatnya Dolly yang berjuang mencari anaknya yang hilang sampai ke Sidney Australia. Film ini menarik perhatian para cicit cicit nenek, mereka masih kecil – kecil.

Hari mulai sore, sebelum berpisah kami berfoto bersama di depan rumah nenek. Kami menata diri kami berjejer, jadi semua bisa kelihatan.  Foto diambil dari para remaja, pemuda, dan seluruh keluarga besar . 1…2…3…Nice!

up 1Putu dan cucu

up 2

Sebuah moment yang menyenangkan hati saya bisa berkumpul bersama mereka, bersama dengan sanak saudara. Terimakasih Tuhan untuk setiap moment yang boleh terjadi dalam hidup saya, thanks You.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: