Lima Belas detik yang membahagiakanku.

hijab

Selasa, 06 Agustus 2013. Setelah siang hari ku berenang di muncul , sore harinya kugunakan untuk mencuci motor Kharismaku, aku berharap kamis 08/08 ketika lebaran nanti motorku sudah dalam keadaan bersih. Karena aku mempunyai banyak waktu maka aku mencuci motorku sendiri, sekaligus untuk mengisi waktu luang pikirku. Tempat pencucian tak jauh dari rumahku, masih masuk dalam satu kelurahan. Biaya untuk pencucianpun juga tak mahal , hanya Rp1500 untuk motor, naik Rp 500 saat lebaran.

Ku siapkan semua peralatan untuk mencuci seperti Kit shampo, sikat, dan kain lap. Aku bersihkan bagian – bagian motor dengan sabar dan teliti. “hum sudah hampir 10 tahun ni motor, tapi masih tetap bagus..”pikirku. Aku masih ingat motor kharisma ini ku pakai sejak aku kelas 1 SMA. Jarang sekali rewel , aku bersyukur mempunyai motor ini.

Setelah selesai ku cuci , aku keringkan dengan lap. Ku lihat seorang wanita berhijab ungu berdiri disisi jalan sedang menunggu angkota umum ,dekat dengan tempatku mencuci motor. Aku berdiri, menghentikan sejenak aktivitasku , melihatnya. “Dia…dia….dia….” aku ragu mau menyapanya, badannya yang menghadap ke jalan memperhatikan angkot yang lewat membuatku tidak bisa melihat wajahnya. Meskipun tidak bisa melihat wajahnya saat itu, hatiku terus berkata berulang kali “itu dia..percayalah..itu dia..eko”.

Sebuah coltdiesel (angkota umum) berhenti, dia naik kedalam. Mataku masih tetap menatapnya , mengikuti geraknya, memastikan bahwa dia adalah seseorang yang kukenal dulu, menjadi sahabatku, kami sudah tidak bertemu 6 tahun semenjak kelulusan SMA.

“Ah…..Nanik…?…Nanik…” kataku pelan terseyum. Aku melihat wajahnya duduk dikursi angkot dekat pintu, dan dia juga sempat melihatku, aku percaya itu, dia melihatku walaupun hanya sekejap. Lima belas detik yang membahagiakanku bisa melihatnya , setelah sekian lama kami tidak bertemu. Kami saling bertatap muka dan melempar senyuman sebentar saja bersamaan dengan berlalunya angkot.

Syukurlah kau dalam keadaan sehat, lama kita tidak bertemu sobat. Aku dengar sekarang kau mengajar, menjadi seorang guru. Kita tetangga dekat, tapi belum pernah sekalipun aku main kerumahmu begitupun sebaliknya. Ingin lebaran tahun ini aku main kerumahmu, mengobrol denganmu. Masihkah dirimu seperti dulu, seorang wanita yang penuh semangat, ceria, energic, ramah..banyak sekali jika aku harus menceritakan tentang dirimu hahahahaha.

Senang bisa mengenalmu Nanik Nuryani.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: