Be childlike , but not childish

child

Melihat anak anak memang sangat menyenangkan ya, selalu ceria , penuh semangat, bergerak kesana kemari tanpa rasa malu. Seperti sore hari ketika saya makan bakso dipansi, saya senang menikmati bakso sambil melihat mereka memainkan si kulit bundar, terlihat dengan jelas pada raut muka mereka, semangat, keceriaan, mereka menikmati permainan mereka.

Anak – anak selalu telihat asik dengan diri mereka sendiri, dengan bola, dengan buku dongeng, dengan boneka berby. Mereka anak – anak kecil, mereka jauh lebih muda dari kita orang dewasa. Tapi , banyak hal yang kadang kita lupakan, banyak hal yang hilang sembari bertambahnya umur kita. Kita perlu belajar dari anak – anak, tenang mengenai Fisika , Kimia, Ekonomi, kita masih lebih jago, tapi soal ini..ini…

Anak anak mudah memaafkan seseorang yang menyakitinya. Pernah mendengar anak – anak saling diam, tidak menyapa sampai beberapa hari, minggu, bulan? , tidak bukan. Mereka dengan mudah melupakan kesalahan teman mereka, tak perlu waktu lama, saya bilang mereka lebih asik dengan permainan bola , boneka mereka dari pada memendam rasa sakit hati. mereka suda lupa , tak mempedulikan tangis rengekan mereka satu menit, atau dua menit yang lalu. Bagaimana dengan kita?

Anak itu tidak senang dengan hal – hal yang rumit, males banget mereka dengan hal hal rumit. Mereka lebih suka hal – hal yang sederhana semisal, dengerin dongeng , lompat tali, jeburan dikali, simpel. Orang dewasapun bisa lakukan, tapi saya tidak menyarankan untuk kalian lompat tali, ataupun dengerin dongeng sebagai pengantar tidur hahahahaha. Kita sering hal hal yang sederhana dibesar besarkan, digosok sana, gosik sini makin sip, kaya gosip!. Hahahahaha…, hah semakin merepotkan diri.

Lihatlah anak – anak, ketika mereka mendapatkan nilai nol pada test matematika mereka, its fine, meskipun guru dan orang tua mereka terus menggerutu. Apa yang telah terjadi, ya sudahlah, tak terlalu terbebani. Mereka akan tetap bermain bola, akan tetap mengkotak atik rambut boneka berby. Mereka dengan cepat akan kembali ceria kawan, senyum, gokil. Bagaimana dengan kita? Hehehehehe, kesulitan sehari cukuplah untusehari.

Sebuah ilmu psikologipun mengatakan, sebenarnya kita orang dewasa masih mempunyai jiwa anak  – anak, kita ingin bermain seperti hal nya anak – anak. Yang menjadi masalah adalah ketika kita terjebak dalam rutinitas perkerjaan, yang membuat kita lupa mengenai keceriaan dan kebahagiaan.

Saya menyukai kata kata ini, perhatikan. Bukan kita menjadi orang dewasa yang kekanak –kanakan , tapi kita menjadi orang dewasa yang seperti anak anak. Be childlike , but not childish.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: