Bapak Einstein.

einstein

Senang bisa mengenal bapak, walaupun hanya lewat sebuah buku. Awalnya aku tidak terlalu mengetahui kehidupan bapak,apalagi sampai  kepribadian bapak, ya hanya sebatas teori relativitas e = mc2,  dan tak lebih dari itu. Akupun juga tak terlalu memahami tentang teori tersebut. Aku tertarik ketika melihat buku kecil 251 halaman, dengan judul dear professor Einstein karya Alice dan Evelyn Einstein cucu bapak.

Dari buku itu yang kusuka adalah surat – surat bapak. Surat yang bapak buat untuk orang lain ataupun surat yang ditujukan kepada bapak. Aku tertarik dengan pembahasan surat – surat bapak. Lebih lagi yaitu tentang bagaimana cara bapak menuliskan apa yang ada dalam pikiran bapak keselembar kertas putih untuk membalas surat – surat mereka. Surat adalah sebuah prevasi, tak banyak orang membaca, kecuali kepada siapa surat itu bapak tujukan, dan ketika aku bisa membacanya adalah sebuah “hadiah” bagiku. Kalau sekarang seperti ada temanku yang menujukan isi Hpnya kepadaku.

Aku berpikir bapak adalah orang yang sangat serius, bapak disebut banyak orang , bapak adalah orang yang genius. Genius , mendengar genius pemikiranku menggambarkan seorang yang  tak suka tersenyum, kutu buku, kaku. Tapi setelah membaca surat – surat bapak pemikiran itu sirna, aku tak menemukan bapak yang kaku, yang serasa jauh dengan orang – orang sisekeliling bapak. Surat – surat bapak tak hanya berisi tentang teori – teori fisika, juga bukan untuk atau dari orang – orang  tua dan hebat. Bahkan dari surat – surat yang kubaca jarang sekali bapak membahas tentang penemuan  hebat bapak, bapak orang yang sederhana,pendamai. Aku banyak sekali menemukan surat- surat dari anak kecil yang ditujukan kepada bapak, ada yang berusia enam tahun, sembilan tahun,sepuluh tahun bercerita tentang keluarga, keasikan mereka bersekolah, memenangkan baseball.

Aku suka saat anak – anak kecil mengirimkan surat kepada bapak. Aku tertarik bagaimana bapak menjelaskan kepada mereka tentang fisika – fisika sederhana, semisal saja tentang sop yang lama sekali menjadi dingin. Bapak dengan sabar, menjelaskan kepadanya, tidak memakai kata – kata yang susah,sederhana, aku melihat kerendahan hati bapak.

Aku senang ketika membaca surat dari seorang  gadis kecil berusia enam tahun. Tulisannya lucu, imut , dia katakan kepada bapak “saya lihat gambar bapak di koran , saya pikir bapak harus potong rambut supaya kelihatan lebih rapi”. Ada juga yang mengatakan, bapak memainkan biola untuk sebuah keluarga saat bapak makan bersama mereka, anak itu menyukai bapak, awalnya dia kira bapak orang yang menakutkan😀.

Bapak benar – benar orang yang “Genius”.

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: