Laskar Cinta Satu Malam karya (Cicha Rinalyuanita dan Brams Mahendrata)

 

Tertarik dengan buku berjudul Laskar Cinta Satu Malam karya Maya Cicha Rinalyuanita dan Brams Mahendrata membuat saya mengambil keputusan untuk meminjam dan membaca buku ini. Buku setebal 151 halaman khusus dewasa, mengisahkan tentang kehidupan pelacuran dari pengertian, pandangan, dan faktor- faktor terjadinya pelacuran. Saya ingin mengetahui seperti apa kehidupan mereka ini.

Ada yang beranggapan bahwa pelacuran ibarat selokan yang menyalurkan air busuk dari kota demi menjaga kesehatan warga kota (Agustinus dari Hippo). Pandangan yang negatif terhadap pelacur sering kali berdasarkan pada standar ganda. Karena pada umumnya , para pelanggannya tidak dikenai stigma demikian.

Banyak faktor penyebab pelacuran itu sendiri, semisal adanya tekanan ekonomi, sifat tidak mudah puas dengan pekerjaan yang dimiliki, ingin membeli barang ini itu, adanya sakit hati, dan karena kebodohan, tidak memiliki pendidikan yang baik.

Selain pembahasan diatas buku ini juga menyuguhkan true story, mengenai apa? Yang pastinya kisah ini tak jauh dari dunia pelacuran. Pelacuran kelas mewah dikalangan model dunia , Xhia melacur demi anak didik, Thomson putri seorang kaya yang melacur, Irma Nici pelacur termahal Di Dunia, Lelly, pelacur terkaya di Dunia, Zelle , Pelacur terhebat sepanjang masa, Melly pelacur tertua di Dunia, dan Shelby, pelacur yang menemukan Tuhan.

Membaca buku ini seperti saya dipertemukan dengan mereka. Kami  duduk satu meja dan mendengarkan kisah mereka, mereka terang – terangan bercerita kepada saya. Semisal saja Shelby, pelacur yang menemukan Tuhan. Dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, lahir di California 1968.  Hingga pada usianya ke 9 tahun terjadi perubahan pada keluarganya, dia pindah ke Glendora,meninggalkan gereja dan teman – temannya.

Sejak saat itu dia tidak mendapatkan kasih dari kedua orang tuanya. Dia menjadi anak yang kurang kasih sayang, setiap harinya dia menghabiskan waktu didepan televisi. Lewat televisilah dia dididik, ibunya bilang bahwa televisilah pengasuh bocah yang hebat.

Baginya seks adalah sesuatu yang membingungkan , terkadang seks dia maknai sebagai cinta, dibutuhkan banyak orang, tapi juga di pandang sesuatu yang menjijikan kotor. Sekalipun demikian dia tetap merelakan tubuhnya untuk dinikmati para lelaki. Saat itulah dia juga terjebak dengan alkohol dan narkotika.

Dia bertemu dengan seorang gremo dikompleks pelacuran. Germo itu mengajarkannya tentang trik sebagai seorang pelacur didalam memanipulasi laki – laki. Awalnya pekerjaan itu menarik, hanya dengan esek –esek dapat duit. Namun lambat laun perasaan itu berubah, dia mulai membenci pelanggan – pelanggannya. Pelangannya menyobek kondom dengan sengaja. Dia merasa katakutan ketika seorang pelanggan mencoba menabraknya dengan truk, atau mencoba membunuhnya dengan pistol, memintanya mengulum penis dan bermain seks lewat dubur.

Dia melahirkan anak, anak dari siapa? Itu membuatnya bingung. Pernah suatu ketika teprikirkan olehnya untuk menggugurkannya, tapi Tuhan berkeinginan lain, Tuhan menghiburnya agat dia tidak menggugurkan kandungannya. Dengan keadaannya yang seperti itu , dia merasa tak pernah menjadi seorang ibu yang baik.

Hingga suatu ketika dia dipertemukan dengan Gar. Pria berusia 22 tahun yang masih tampak polos. Dengan cepat dia dan Gar menjadi sahabat. Gar memberikan perasaan yang berbeda , hatinya terasa hidup kembali. Bersama Gar , dia merasakan seperti anak kecil, masa indah yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.Gar melihat dalam dirinya yang tidak pernah dilihat oleh orang lain.

Singkat cerita mereka meghadiri sebuah rumah kudus ‘champions centre’ di tacoma (Washington) di rumah kudus ini mereka diajarkan tentang menjalani hidup menjadi seorang pemenang dengan berdasarkan Firman Tuhan.

Oleh Tuhan Shelby merasa mendapatkan pengampunan, atas segala dosanya silam. Dia diberikan kesempatan untuk tumbuh menjadi orang yang baru. Dia belajar bahwa Tuhan mengasihinya tanpa syarat. Bahkan Tuhan mempunyai rencana baru atas masa depannya. “aku merasa telah menyalakan lampu di dalam hidupku yang selama ini gelap”

Melalui buku ini kita diajak untuk menyimak kisah – kisah mereka.  Terlepas dari sisi buruknya, para pelacur memiliki sifat – sifat kebajikan. Dikatakan dalam buku ini bahwa banyak pelacur yang memiliki sifat tenggang rasa yang cukup tinggi dengan kaumnya. Banyak pelacur yang selalu mendapatkan perlakuan kasar baik dari aparat maupun pelanggannya itu masih dapat menghargai kelembutan kasih dari pihak – pihak yang melindungi dan memperbaiki nasibnya. Buku ini memberikan inspirasi bagi kita semua para pembacanya.

 

Sumber : Buku Laskar Cinta Satu Malam  karya Cicha Rinalyuanita dan Brams Mahendrata

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: