Travel Writer

travel-writing-300x198

Menjadi masukan ni , penting!😀

Travel writer bukanlah seorang plancong,pengelana, ataupun petualang. Kewajibanmu adalah mewartakan apa yang kamu temui. Sebelum kamu melakukan liputan, kamu harus memiliki gambaran yang kuat tentang liputanmu. Waktu kamu berada di lapangan, barulah kamu mengesekusi apa yang ada didalam benakmu.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika kamu berada di lapangan;

1. Memperhatikan sekitar.

Apa yang ada disekitar kamu adalah bagian dari cerita yang akan kamu tulis.

2. Gunakan panca indra.

Maksimalkan kemampuanmu untuk menyerap apa yang ada disekitarmu. Kamu bisa merasakan bagaimana kondisi cuaca apa yang ada disekitar kamu, aroma masakan, rasa masakan tradisional, dengarkan cerita atau informasi dari warga.

3. Berbaur.

Luweslah dalam pergaulan. Jangan ragu untuk menyapa orang – orang yang ada disekitarmu. Kenalkan dirimu untuk  membuat obrolan lebih hangat.

4. Pengamatan individu.

Saat kamu harus berhubungan dengan seseorang secara personal, perhatikan secara individual. Apakah orangnya ramah, penampakan fisiknya,latar belakang pribadinya, atau bahkan keluarganya. Pengamatan seperti itu sangat berguna saat kamu harus menceritakan tentang sosok- sosok orang yang punya andil penting dalam ceritamu.

5. Eksplorasi.

Lakukan eksplorasi untuk mengumpulkan informasi sebanyak- banyaknya. Pengalaman akan datang dengan sendirinya saat kamu melakukan eksplorasi lebih dalam. Berpikirlah seolah – olah kamu tidak tahu dan ingin mencari tahu lebih banyak lagi.

6. Perlengkapan.

Siapkan sebuah buku catatan kecil untuk mencatat informasi yang kamu dapatkan. Bisa juga dengan menggunakan voice rekorder atau bisa juga dengan menggunakan camera, memotret papan informasi umum, seperti harga karcis, sejarah singkat monumen dll.

Foto.

Foto travel konsep dasarnya adalah sebuah dekumentasi perjalanan yang informatif. Ketika kamu bicara soal publikasidi media, dokumentasi ini haruslah menjual dalam arti layak dipublikasikan dimedia. Istilah kasarnya tidak malu – maluin.

Focuslah foto untuk hal hal yang telah dipelajari. Pikirkan soal angel tulisan yang akan dibuat dan buat perkiraan foto yang sesuai dengan alur cerita.

Tak harus lanskap. “gunung fuji bukanlah satu – satunya bukti bahwa kamu pernah kejepang”. Tantangan dari travel writer adalah menangkap gambar – gambar berkarakter. Jadi kita tidak perlu menunjukan foto gunung fuji untuk menunjukan kita sedang dijepang. Banyak objek sekitar yang bisa menjadi bagian dalam dokumentasi perjalanan dan bisa dijadikan bukti bahwa kita berada disuatu tempat yang terkenal.

Kreatiflah dalam mengambil foto.

Sumber buku : Travel Writer karya Yudasmoro.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: