Jogo Manuk

???????????????????????????????

Tak mudah mengambil gambar burung pipit dengan camdig 7.2 mp 4 x optical zoom milik saya. Ini sebuah tantangan tersendiri bagi saya, selain ukuran tubuhnya yang kecil, burung pipit sangat susah didekati, gerakan sedikit membuat mereka kabur. Saya harus sabar, pelan – pelan mendekati mereka , menciptakan gerakan seminim mungkin.

Menjadi petani padi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, banyak hal yang dapat mengakibatkan gagal panen. Selain faktor cuaca, hama wereng, tikus, burung pipit atau kebanyakan orang desa menyebutnya dengan manuk Emprit  juga menjadi masalah bagi para petani padi.

Burung ini memiliki ukuran tubuh relatif kecil, seperti burung gereja, pemakan biji-bijian, berwarna coklat kehitaman, bagian dada berwarna putih. Burung pipit senang menyerang tanaman padi, mereka akan bergerombol dalam jumlah banyak memakan padi yang mulai siap panen.

Pagi ini senin(23/09) saya mendapatkan tugas dari bapak saya untuk menjaga burung, jogo manuk. Jogo manuk disini adalah saya harus menjaga agar burung – burung  tidak merusak tanaman padi kami. Saya berangkat pukul 07.00. Mereka akan menyerang tanaman padi antara pukul 06.00 sampai 09.00.

Karena area sawah yang cukup luas Bapak saya memasang alat sederhana yang digunakan untuk menakut- nakuti burung pipit. Beberapa kaleng bekas diikatkan pada ujung kayu, kayu  – kayu tersebut kemudian ditempatkan di beberapa area sawah. Ujung kayu yang satu dengan kayu yang lain  dihubungankan dengan tali. Jadi dengan begini saya tidak perlu bolak balik berjalan memastikan bahwa burung tidak merusak tanaman padi. Saya tinggal menarik tali dari tempat saya berada, dan seluruh kaleng akan bergerak menimbulkan bunyi brisik. Gerakan dan bunyi kaleng inilah yang mampu membuat takut burung pipit.

Tak segampang itu membuat mereka  takut. Mereka akan datang kembali memakan tanaman padi, mereka hinggap di lanjaran ataupun tanaman jagung disekitar area sawah kami. saya menunggu dari pukul 07.00 sampai pukul 09.00, membosankan ya?. Tidak juga, saya lakukan dengan asik. Saya bawa Hp, headset, dan camdig. Dengerin radio, sembari jalan – jalan memfoto membuat saya lupa akan waktu. Ya, apapun yang menjadi tugas saya ,  saya akan lakukan dengan kreatif, itu pikiran saya.

Tak mudah mengambil gambar burung pipit dengan camdig 7.2 mp 4 x optical zoom milik saya. Ini sebuah tantangan tersendiri bagi saya, selain ukuran tubuhnya yang kecil, burung pipit sangat susah didekati, gerakan sedikit membuat mereka kabur. Saya harus sabar, pelan – pelan mendekati mereka , menciptakan gerakan seminim mungkin.

Hari mulai siang, panas, saya duduk berteduh dibawah pohon jagung dengerin radio dari hp, sembari sesekali memperhatikan adakah kawanan burung pipit yang akan menyerang kembali tanaman padi.  Hampir jam sembilan, saya berjalan di pematang, memperhatikan masih adakah kawanan burung pipit disekitar sawah. Setelah memastikan tidak ada lagi, saya memutuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang saya tertarik dengan  perkebunan bunga karnesen. Saya sempatkan untuk mampir, bagaimana indahnya bunga ini, lain kali saya akan ceritakan😀

???????????????????????????????

NB. Lanjaran : bambu kecil panjang 1,5 sampai 2m  digunakan untuk merambat tanaman kacang2an, atau membuat tanaman agar tegak berdiri.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: