Sederhana , tapi asik, kenapa tidak?

1a

Ya , tak perlu jauh jauh, tak perlu keluar uang banyak. Kami hanya perlu sedikit usaha untuk melihat sesuatu yang indah yang kadang tak terlihat oleh orang lain. Seperti sore itu , kami duduk bersama beralaskan rerumputan, melihat sunset, ditambah cemilan sederhana, membuat kami bahagia.

“JB yo.., yes or no ? ” itulah sebuah pesan singkat yang saya terima dari Adi, lengkapnya Adi wicitra, teman – temannya memanggilnya codot, tapi kelihatannya saya kesusahan untuk memanggilnya dengan panggilan itu hahahaha😛 . Dia adalah adik angkatan saya, kami sama sama menempuh pendidikan S1 kami di Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer. Sebuah jurusan yang kebanyakan orang bilang harus ekstra kerja keras.

Dia mengambil program studi siskom angkatan 2009 berbeda dengan saya yang mengambil progdi Elektronika.   Dia menyukai bersepeda, sepeda fixie berwana putih itulah yang dia selalu kendarai kemanapun dia pergi. Pas sekali jika sore itu dia mengajak saya mengayuh sepeda dari Kos sampai JB untuk apa? Untuk menikmati sunset.

Saya hentikan sejenak pengerjaan skripsi saya, saya ingin menikmati sore hari,melihat matahari terbenam, sembari makan cemilan, mengobrol bareng temen pasti asik. Kami berangkat dari kos pukul 17.00. Kami berangkat melewati turen, perempatan kali mangkak turun menuju jalan arah ke muncul. Bersepeda sore hari memang menyenangkan, tapi kami juga perlu hati – hati. Tak ada lampu reting disepeda membuat kami harus menggunakan tangan untuk memberikan tanda kemana kami akan berbelok, melihat kebelakang memastikan tak ada motor atau mobil yang berada disisi kami.

Udara sejuk sore hari kami rasakan menerpa tubuh bagian depan kami, silir. Karena jalan yang turun jadi kami tak memerlukan banyak tenaga untuk mengayuh sepeda. Hanya perlu waktu kurang lebih 15 menit untuk kami sampai di JB. Sampai di perempatan JB kami berbelok ke kanan. “nek ngiri rak ketok sunsete mas..soale pepohonane kan duwur, hutan hutan” terang Adi.

Sungguh indah, langit yang terang berwarna biru mulai berubah menjadi jingga. Kami pelan – pelan mengayuh sepeda disisi jalan, menikmati sore hari. “nek nonton sunset nang kono mas, luweh jelas, kae kan gunung, trus ono gunung lha mataharine ki iso pas nang tengah tengah..” Adi menunjukan spot yang tepat, saya mengikutinya dari belakang.

Ga asik jika pergi tanpa cemilan pikir saya, kami berhenti sejenak disebuah warung untuk membeli satu bungkus kacang atom dan satu bungkus emping jagung, dua gelas aguaria ,pas Rp 10000. Tepat dispot untuk melihat sunset berdirilah maaf, orang gila. Kami mengurungkan berada disitu. Sepeda kami arahkan ke kiri, ke warung sawah. Kami melihat lahan seperti area lapangan, luas, hanya rerumputan liar yang tumbuh, kami bisa melihat sunset dari situ. Kedua sepeda kami , kami angkat melewati sebuah got, menuntun untuk lebih ketengah lapangan.

Ini bukan lapangan ini benar – benar sawah yang kering. Struktur tanah yang tidak rata dan berlubang membuat kami berhati hati menuntun sepeda kami. Jangan sampai kaki kami masuk ke sela sela retakan tanah. “wow….tempat yang tepat untuk menikmati sunset disalatiga, ga terlalu jauh, mudah dijangkau”. Dari sini kami bisa melihat sunset dengan jelas, tak ada kata lain selain indah, sungguh indah. Kami berada di area sawah, tak ada pepohonan besar yang mengahalangi mata kami melihat luasnya langit biru perlahan lahan berubah menjadi jingga bersamaan dengan tenggelamnya sang surya. Disekeliling kami hamparan luas tanaman padi mulai menguning,siap panen.

Saya tak akan melupakan camdig kecil saya, apalagi saat jalan – jalan. Saya ambil camdig dari tas, saatnya berfoto hohohoho😀. “BESSSSS!!!!” suara tersebut terdengar dari ban belakang sepeda Adi. “wah nggembos mas…” katanya kecewa. “wes mengko cobo pompake…”

Setelah mengambil beberapa gambar, kami duduk bersama direrumputan, terasa sedikit dingin dikaki kami. Kami membuka cemilan, memakan bersama sama. “kelihatannya lain kali kita berangkat lebih awal kawan, kita bisa menikmati sunset lebih lama”. Hanya beberapa cm saja matahari terlihat diatas gunung dari tempat kami berada menciptakan warna siluet.

Hari mulai petang, tak terlihat lagi matahari. Warna jingga dari balik pegunungan yang menghiasi sore itu, seperti kami melihat wayang dari arah belakang. Bunyi katak mulai terdengar, dari arah atas terlihat burung berterbangan, satu bintang bersinar. Kami masih asik dengan obrolan kami.

18.15 kami pulang. Kami mendorong sepeda kami mencari bengkel terdekat. Saya tak mencemaskan kondisi ini, jikalau memang harus berjalan sampai kos, saya akan berjalan, saya akan menikmati perjalan sore hari ini, menikmati dinginnya malam, lampu – lampu mobil, kami seperti backpeker hahahaha😛.

Beberapa bengkel sudah tutup, kami berjalan hampir sampai di bangjo dan akhirnya kami menemukan bengkel yang masih buka. “kelihatannya ada masalah dengan banmu di…bisa jadi di pentilnya”. Udara bisa masuk kedalam, tapi tak lama kemudian kempes lagi. “ok kita dorong sepeda sampai kos…semangattt!!! hahahaha”.

Dengan memakai topi, tas , jaket saya mendorong sepeda bersama adi sampai ke kos. Syukurlah saya sudah mempersiapkan dua botol air minum hohohoho😀. Saya berhenti sejenak, memakai earphone play music. “ok !!!! ayo kita nikmati perjalanan ini kawan” pikir saya. Kita tidak tahu situasi seperti apa yang akan kita hadapi kedepan, bisa jadi “ya aku suka ini” atau “oh !!!! OMG!!!”. Tapi bagi saya, saya akan berusaha lalui itu semua dengan “kreatif”, kita buat asik. Dengerin music R and B sambil mendorong sepeda, menikmati perjalanan. Kami juga berfoto bersama dijalan.

Ya , tak perlu jauh jauh, tak perlu keluar uang banyak. Kami hanya perlu sedikit usaha untuk melihat sesuatu yang indah yang kadang tak terlihat oleh orang lain. Seperti sore itu , kami duduk bersama beralaskan rerumputan, melihat sunset, ditambah cemilan sederhana, membuat kami bahagia.

2a

3a

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: