Semakin busuk dan bau…

gendeng

Seperti kau berada di tempat yang kecil kotor, berbau menyengat, penuh dengan kecoa. Kau duduk diam , dibungkam oleh kesibukan dan rutinitas. Tak ada waktu untuk kau melihat keluar, tidak ada waktu untuk kau mencoba mengembangkan dirimu di lain hal. Kau diikat rantai kuat kokoh sulit sekali diputus, kesibukan menjadi bola besi mengikat kakimu. Berada di penjara, bernama jeruji pendidikan.

Kuliah yang padat, tugas – tugas yang menumpuk, tes – tes ujian, menjadi dinding besi pembatas ruang gerakmu, tidak bisa mengekspresikan dirimu sebagai manusia yang mempunyai impian , cita – cita ,harapan.

Inikah sistem pendidikan?, manusia diibaratkan barang komuditas, diukur dan diperjual belikan sesuai kualitas.  Pendidikan  menjadi tempat produksi manusia, disinilah manusia di bentuk, di proses menjadi “barang ” yang bernilai tinggi “siapa yang mau beli orang ini…?”. Pendidikan hanya berfokus pada permintaan pasar, mengikuti arus kebutuhan perusahaan – perusahaan.

Saya penasaran dengan arti maksud pendidikan itu sendiri. Saya mencoban mencari , dari Wikipedia, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Jika kita melihat ternyata banyak aspek dalam pendidikan itu dan apakah itu sudah terlaksana?, ataukah terlupakan?, terlupakan akan arus perkembangan jaman , teknologi.

Benarkah manusia yang kreatif dan inovatif bisa terwujud dengan kondisi seperti ini. Tidak ada waktu untuk melihat sekitar, tidak ada waktu untuk duduk mencoba mengkritisi akan berbagai macam hal yang telah terjadi. Bisa jadi , sekarang ini dunia pendidikan hanya menciptakan “mesin”, “mesin” ini sangat hebat, jauh lebih hebat dari robot. Kau akan diproses menaikan spesifikasimu, dan siap untuk di“promosikan” keluar.

Lebih menyedihkan lagi tidak sedikit orang tua berpikir, pendidikan itu ya didalam kelas, mendengarkan guru, duduk , tes – tes , mengerjakan PR, mendapatkan nilai bagus, naik kelas, lulus tepat waktu, memperoleh sekolah/universitas favorit mendapatkan ijazah, selian itu, tinggalkan. Pendidikan sebatas akademik, melihat rentetan nilai nilai di raport atau transkrip. Pendidikan tidak terlaksana dengan sempurna, tidak memanusiakan.

Ditambah pendidikan ditumpangi dengan motivasi – motivasi orang – orang bejat, berperut besar penuh keserakahan, bermata buta, telinga kecil, hati dan pikiran di copot taruh di toples. Pendidikan dimanfaatkan untuk merauk uang, tempat berpotensi sebagai ladang korupsi.

Sistem pendidikan ini semakin edan,jauh dari tujuan pendidikan itu sendiri. Terserah pilihan , mau sebagai “pemberontak” atau berjalan seperti seorang napi diborgol, masuk kedalam sel, dan membusuk.

sumber gambar : google.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: