Miris

pnsSungguh aneh ketika kemiskinan , kesejahteraan menjadi permasalahan negara saat ini. Pemerintahan dengan jor – joran menggelontorkan dana untuk PNS. Pemberian dana pensiun, mendapatkan dana tunjangan menjadi iming – iming bagi masyarakat untuk masuk menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS).

Memang menyenangkan, siapa yang tidak senang? , sudah  menjadi anak negara, semua terpenuhi , kebutuhan akan kesejahteraan terjamin. Inilah yang menyebabkan banyaknya masyarakat pada berebut untuk menjadi PNS. Bukan lagi sebagai abdi negara tapi pemenuhan kebutuhan pribadi atau keluarga. Tujuan PNS sebagai abdi negara melayani masyarakat terlupakan, di hapus rasa nyaman sebagai anak negara.

Negara seperti membuat jalan sempit, lebar 1 meter, di ujungnya diberikan hadiah. Masyarakat harus saling berlomba berebut melewati jalan itu untuk mendapatkan hadiahnya. Mereka akan lakukan segala cara untuk meraihnya, bukan sebuah rahasia lagi banyak cara – cara nakal , curang di lakukan masyarakat , seperti penyuapan.  Jelas, bukan lagi mengenai pengabdian untuk negara, tapi mengenai menyelamatkan diri dari kegagalan pemerintahan dalam menyejahterakan masyarakat.

Melihat realita ini sungguh tidak adil, banyak masyarakat yang masih dibelenggu kemiskinan, sebaliknya banyak anak negara yang kerjanya amburadul, gethok – gethok kerja untuk negara malah ditimang- timang anakku sayang oleh pemerintahan ini. Penguasa seolah tutup mata dengan realita ini. Memang hanya masyarakat itu sendiri yang tahu isi hati mereka, hal yang mendasari memotivasi mereka untuk masuk menjadi PNS. Berbagai macam seleksi  ketat sudah dilakukan , tapi itu semua tidak bisa  memastikan bahwa masyarakat yang terpilih merupakan masyarakat yang benar – benar mau bekerja demi negara, bukan karena iming – iming hadiah, masa depan yang cerah.

Bisa jadi saat ini Ibu Pertiwi sedang masuk ke ruang ICU, tidur,  tidak bisa bergerak akibat berbagai macam penyakit, penyakit itu menggrogoti tubuhnya, dan dia hanya bisa meneteskan air matanya, miris. “adakah yang masih peduli padaku anakku….?, ataukah kalian hanya sekedar memanfaatkanku..?, merauk semua hartaku lalu pergi meninggalkanku…”

sumber gambar : google.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: