Mungkin untuk sekarang, terlalu naif.

Masih ingatkan kalian dengan pelajaran ppkn waktu SD. Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul dalam tes, biasanya berupa pertanyaan pilihan ganda , A, B, C, D. Aku ringkas menjadi dua pilihan , pilihan A. Dahulukan kepentingan pribadi diatas kepentingan sesama, B. Dahulukan kepentingan sesama daripada pribadi. Setiap kita pasti menjadwab B. Dahulukan kepentingan sesama di atas kepentingan pribadi, setiap kita tahu itu.

Semakin lama, umur kita bertambah, kita menginjak bangku SMP, SMA dan kuliah. Apa yang dulu kita pelajari, menjadi pondasi dari kecil mulai bergeser. Nilai PPKN selalu bagus, bahkan aku percaya lebih bagus dari nilai mata pelajaran yang lainnya sekarang hanya terlupakan , terbengkalai begitu saja. Nilai – nilai yang guru tanamkan dalam diri kita sedari kecil saat kita suka bermain kelereng, layangan, lompat tali sekarang mulai luntur, bersamaan dengan terbukanya mata ini akan realita dunia.

Anak – anak memang lugu, mungkin memang saat ini terlalu baik untuk berpikir kala kita duduk dibangku SD dengan segala kepolosan kita. Dahulukan kepentingan sesama? Itu hanya bualan semata, yang ada ya dahulukan kepentingan dirimu sendiri dulu, selamatkan dirimu.

Mendahulukan kepentingan sesama hanya menjadi bahan tertawaan, malah ada yang berbicara “urusono awakmu dewe wae sek”. Mengurus diri sendiri saja tidak bisa mau mengurus orang lain?, omong kosong.

Mata kecil mulai terbuka, melihat kejadian – kejadian disekitarnya. Mungkinkah nilai – nilai itu tidak relevan lagi untuk digunakan pada jaman ini, jaman edan. Naik kereta saja rebutan, desak – desakan siapa yang lebih cepat, dia yang dapat. Tidak peduli lagi di sampingnya ada nenek – nenek atau ibu ibu membawa bayi, yang penting aku duduk enak.

Keadaan akan sekitar jelas mempengaruhi pola pikir, mempertanyakan apakah nilai – nilai PPKN itu masih relevan dengan kondisi saat ini. Ataukah terlalu naif?. Orang tua akan bertepuk tangan melihat anaknya yang kecil mendapatkan nilai 90 pada pelajaran PPKN “wah keren ..anakku memang pandai..”, batin mereka berkata“ini terlalu naif nak untuk kau lakukan nanti ketika kau beranjak dewasa, jaman semakin menuntut kita untuk egois”.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: