Rina

Dia yang berjalan penuh percaya diri walaupun sendirian, tegap, tidak malu memandang sekitar, dia yang tidak ikut ikutan teman teman wanitanya, baik model, sytle, rambut, baju, sepatu, celana, tas, tapi dia menjadi dirinya sendiri, menuruti keinginannya sendiri.

Jangan harap dia akan mempedulikan ketika kau mengatakan “kau lebih cocok pakai ini deh” atau “rambutmu di model gini saja, kelihatan lebih cantik” , ku jamin dia tidak akan menggubrismu, “mbak tolong potong pendek, bawah telinga dikit, biar ga ribet” katanya. Dia akan memilih ke pantai atau ke pegunungan, tempat – tempat bersejarah, kesenian, museum, daripada mengikuti keinginanmu untuk pergi nonton, atau pergi ke mall , shoping.

Dia paham passionnya, dia menuruti kata hatinya akan membawanya, inilah salah satu hal yang menarik dalam dirinya, dia berbeda. Dia membangun karakter dirinya sendiri, tanpa opini publik. Dia bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, bagi sahabatnya, teman – temannya, keluarganya.

Dia aktif dalam organisasi sosial, mengikuti aksi penanaman pohon, aksi tuntutan pemerataan pendidikan kesehatan, dan demo selamatkan hutan kalimantan, harimau sumatra.

Ketika dia bersamaku kami bisa menggila, layaknya anak anak kecil, memancing ikan, bersepeda sore hari, melihat sunset. Bukan cafe atau restaurant tempat kami berbagi cerita, tapi kami lebih suka menghabiskan waktu di daerah pegunungan yang sejuk, tenang, dimana kami bisa mendengarkan kicau burung, melihat hijaunya pepohonan pinus, berbagai macam sayuran, semua itu seperti melodi yang indah untuk menemani obrolan kami dari sabang sampai merauke.

Dia tahu bagaimana memimpin, penuh ide, inovasi, she is crazy but not stupid. Anaknya santai, nyaman ,memakai sepatu ket, topi army, celana gunung banyak kantong, tas ransel, sebotol air minum dia selipkan disisi tasnya. Kau akan temukan banyak sekali gantungan kunci pada tasnya, itu adalah kenang – kenangan perjalanannya.

Dia pandai bergaul dengan siapapun ,dari kalangan manapun, ku akui bagaimana dia ahli dalam menjalin komunikasi. Senyumnya memancarkan keramahan hatinya. Tidak setiap hari kami bertemu, beruntung satu bulan sekali, memang kami tidak mementingkan kuantitas, tapi kualitas pertemuan kami . Dia akan datang, sampai di salatiga sore ini.

“Tut…tut…tut….”

“Haloo…Joooo!!!”

“Hey…sampai dimana kamu Rin?”

Categories: Uncategorized | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Rina

  1. ednanda

    wah, perkenalan karakter baru🙂

    btw, is she your type?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: