Perjuangan Belum Berakhir, Dirgahayu Indonesiaku.

indonesia-bendera-02-810Minggu 17 Agustus 2014, hari kemerdekaan negara bangsaku Indonesia. 69 tahun sudah, sejak Soekarno, presiden Indonesia pertama membacakan teks proklamasi kemerdekaan di jalan pegangsaan timur no 56, didampingi oleh Bung Hatta, sebagai wakil presiden. Jikalau mereka masih hidup sampai sekarang, apa yang mereka ingin sampaikan kepada bangsa ini, apa yang mereka cita – cita kan, harapkan terhadap bangsa ini?. Andaikan Tuhan memberikan fasilitas , sms atau telephone dari atas langit sana ,apa yang ingin mereka sampaikan untuk bangsa , merah darahku putih tulangku?

Jika dulu negara ini harus bertempur, mengorbankan nyawa membebaskan bangsa ini dari penjajah, mengangkat sejata, menumpahkan darah tentunya berbeda dengan sekarang. Kita tidak lagi harus membawa tombak , atau bergriliya berusaha mengusir penjajah dari tanah air kita berikatkan kepala merah putih. Apakah perjuangan kita lebih mudah?

Teringat pesan Soekarno dulu, perjuangaku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. Soekarno mengatakan bahwa perjuangan kita semakin sulit, bukan malah semakin mudah. Soekarno berpesan, bahwa kita haruslah tetap berjuang. Perjaungan tidak berhenti begitu saja ketika dia membacakan teks proklamasi kemerdekaan.

Tentu tidak lagi kita akan melihat tank – tank berlalu lalang di jalan – jalan pedesaan , atau melihat lagi para tentara bangsa lain mengusai wilayah negara ini menenteng pistol. Lewat pesannya itu, Soekarno seolah sudah menyadari , mengetahui apa yang akan terjadi bagi bangsa ini kelak di kemudian hari, bangsa Indonesia harus berjuang keras menghadapi para musuh.

Akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri, pesan ini mengingatkanku akan permasalahan bangsa saat ini, salah satunya adalah korupsi. Aku percaya meskipun korupsi sudah terjadi dari tahun – tahun dulu, tapi tidak segila sekarang. Sama – sama menjajah, mengambil hak, yang lebih mengerikan, menyedihkan adalah hal tersebut dilakukan oleh putra – putri bangsa ini sendiri, menjadikan duri dalam daging. Coba bayangkan , betapa sedihnya para pahlawan melihat keadaan bangsa saat ini?, mereka telah berjuang mengorbankan nyawa, mempertahankan kedaulatan bangsa, tetapi apa yang dilakukan anak cucu , generasi penerus mereka?

Seperti pepatah musuh dalam selimut, mereka susah untuk kita bedakan. Lebih mudah dulu, jelas tentara musuh memakai seragam yang berdeda tinggal dor!, selesai,lain halnya dengan sekarang. Tampang mereka menyakinkan, memakai jas, sepatu pantofel, berdasi, duduk dikursi empuk pemerintahan, menjadikan jabatan sebagai sebuah investasi, bukan untuk melayani masyarakat. Tidak ada lagi berjuang bagi bangsa ini, pengorbanan hanyalah omong kosong, melayani hanya dijadikan sebagai bualan untuk pemalsuan diri.

Kembali, masih banyak yang perlu di perjuangkan bangsa ini, kemiskinan, pemerataan fasilitas kesehatan, kesejahteraan, listrik, pendidikan, masih banyak ketimpangan. Kemerdekaan bagi seluruh bangsa, bukan hanya di jawa, kalimantan butuh kemerdekaan, papua butuh kemerdekaan. Mental, benar kata presiden terpilih Jokowi, Indonesia membutuhkan revolusi mental, dimulai dari diri sendiri.

Berbagai permasalahan bangsa ini, tidak lepas dari bobroknya mental masyarakat bangsa . Ingat dengan penggalan sebuah lagu, bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Jiwa, mental sangatlah penting untuk membangun bangsa ini mengisi kemerdekaan.

Kita – kita lah pahlawan bangsa saat ini. Tuhan inilah jiwaku, inilah aku, pakailah aku untuk bangsa negara Indonesia , tanah airku.

Dirgahayu Indonesia ke 69, God Bless!

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: